Pimpinan sebuah dinasti organisasi kriminal berdarah Italia yang sudah mulai menua, mewariskan kekuasaannya kepada putranya.
Merupakan film dengan pendapatan tertinggi di tahun 1972, kisah kriminal klasik ini berhasil meraih Oscar di kategori Best Picture, Best Adapted Screenplay, dan Best Actor untuk Marlon Brando yang, sayangnya, menolak Oscar itu baginya.
The Godfather adalah film kriminal yang diadaptasi dari novel best-seller karya Mario Puzo yang terbit di tahun 1969. Mario Puzo sendiri bertindak selaku penulis naskah bersama dengan sutradara Francis Ford Coppola.
Cerita tentang keluarga mafia dan para rivalnya ini mengambil seting di tahun 1945 – 1955 dengan deretan aktor yang saat ini sudah menjadi veteran semua.
SIPNOSI
Kota New York tahun 1945, Vito Corleone (Marlon Brando) menggelar pesta pernikahan putrinya secara besar-besaran. Sambil menerima tamu, dia mendengarkan beberapa permintaan tolong dari teman, rekan, dan orang-orang yang membutuhkan bantuannya.
Di sisinya selalu ada Tom Hagen (Robert Duvall), anak angkat yang berprofesi sebagai pengacara dan bertindak selaku penasehat keluarga. Kedua putranya, Sonny (James Caan) dan Michael (Al Pacino), ikut hadir bersama keluarga dan pasangan masing-masing.
Juga hadir Johnny Fontane (Al Martino), anak baptis Vito yang merupakan penyanyi terkenal dan berusaha untuk masuk ke industri film dengan bantuan keluarga mafianya. Tom diutus menghadap produser film untuk berunding agar Johnny bisa berakting di filmnya.
Tentu saja, setiap penyelesaian masalah yang diajukan kepada keluarga Corleone berujung kepada kekerasan. Seperti yang terjadi pada produser film, dimana dia terbangun dari tidur dalam keadaan bersimbah darah dari kepala kuda kesayangannya yang memiliki harga yang sangat mahal.
Masalah yang menimpa keluarga Corleone muncul ketika Solozzo, seorang bandar narkoba, menawarkan kerjasama dalam perlindungan dan bagi hasil bisnis narkobanya.
Tetapi Vito menolak karena bisnis baru ini dianggap berbahaya, tidak seperti judi dan organisasi buruh yang sudah dijalani oleh mereka selama ini. Vito curiga dengan sosok Solozzo dan mengirimkan anak buahnya untuk menyelidiki.
Luca Brasi, anak buah suruhan Vito, dibunuh oleh Solozzo dan keluarga Tattaglia. Tom juga diculik oleh mereka untuk membantu mereka bernegosiasi dengan Sonny.
Sementara itu, mereka juga menembak Vito di depan tokonya yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit dalam kondisi luka parah. Berita tentang penembakan Vito yang simpang siur terbaca oleh Michael di sebuah koran di pinggir jalan.
Michael kembali ke rumah keluarganya dan berusaha melindungi ayahnya, sementara Sonny sibuk menyusun rencana untuk balas dendam. Di rumah sakit, Michael menemukan hal mencurigakan karena tidak ada satu pun yang menjaga ayahnya, baik dari keluarganya ataupun dari kepolisian.
Beradu debat dengan seorang kapten polisi di depan rumah sakit, Michael menerima pukulan di wajahnya. Michael, yang merupakan seorang marinir yang baru saja pulang dari Perang Dunia II, sebenarnya tidak ingin terlibat dengan aktivitas keluarganya di dunia kriminal.
Tapi karena ini sudah menyangkut nyawa ayah yang sangat disayanginya, dia pun merencanakan sebuah siasat untuk membunuh para pelaku berbagai peristiwa yang menimpa keluarganya belakangan ini.
Michael mengadakan pertemuan dengan Solozzo dan Kapten McCluskey, polisi yang memukul wajahnya. Atas kecerdikan Peter Clemenza, anak buah Vito yang merupakan spesialis senjata api, yang menyimpan sebuah pistol di dalam toilet, Michael berhasil menembak mati kedua orang itu.
Setelahnya, Michael diterbangkan ke Italia dan Tom mengurus semua pemberitaan tentang peristiwa tersebut. Peperangan antara 5 keluarga mafia mulai merebak, dan Vito khawatir akan keselamatan anak-anaknya.
Di Italia, Michael menikah dengan gadis desa bernama Apollonia. Sementara itu, Sonny selalu berurusan dengan Carlo, suami Connie, yang melakukan penyiksaan hingga beberapa kali membuat Connie terluka. Suatu kali ketika Sonny pergi menuju rumah adiknya, dia tewas ditembak oleh kelompok bersenjata.
Kabar kematian Sonny sampai ke Italia dan membuat Michael terpaksa pindah dari desa tempat tinggalnya selama ini. Ketika hendak berangkat, Apollonia yang menghidupkan mobil yang akan dikendarai Michael, tewas seketika karena mobil tersebut meledak. Dibalut dendam, Michael kembali ke Amerika untuk bergabung kembali bersama keluarganya.
Vito menyadari jika keluarga Tattaglia bukanlah musuh mereka, melainkan keluarga Barzini. Michael kemudian diangkat menjadi pemimpin baru dan mulai menyusun strategi bisnis dan menanggulangi rivalitas dengan keluarga mafia lainnya. Dia berencana untuk mulai membangun casino di Las Vegas sebagai pondasi bisnis barunya.
Di tahun 1955, Vito wafat karena serangan jantung ketika bermain dengan cucunya di halaman rumah. Salah seorang anak buah Vito, menyarankan Michael untuk bertemu dengan Barzini.
Di hari pembaptisan keponakannya, anak buah Michael membunuh semua pimpinan lima keluarga mafia, anak buah Vito yang berkhianat, dan Carlo karena ketahuan telah terlibat dalam pembunuhan Sonny.
Kay Adams, yang sudah menjadi istri Michael, kaget dengan pernyataan Connie tentang keterlibatan Michael dalam semua pembunuhan tersebut. Tapi Michael menyangkalnya. Ketika Kay keluar dari ruangan, para anak buah Vito menciumi tangan Michael, menandakan bahwa dia diangkat menjadi “Don” baru menggantikan posisi ayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar